Diaryku Hari ini
Aku Tidak Menyerah, Hanya Sedang Lelah
Hai..
This my first time menulis diary di blog. Pikiranku begitu kalut karena depresi berkepanjangan yang benar benar mengganggu sampai kesehatan badan. dengan alasan yang tidak begitu jelas air mata selalu menetes ketika sendiri. Feeling lonely dan sesak dada hingga terisak menjadi kebingungan luar biasa untuk diriku sendiri. Ini seperti sudah kehilangan arah, tidak tau jalan hidup mau kemana, ditambah tidak ada seorangpun yang mengerti apa yang sedang kurasakan saat ini.
![]() |
| ilustrasi : kibrispdr.org |
Bagi mereka ini tidak masuk akal, setiap kali mencoba untuk mengungkapkannya mereka bilang aku kurang bersyukur. Setiap mencoba untuk bercerita mereka mengatakan aku terlalu berlebihan memikirkan segala sesuatu. Padahal ini bukan tentang sebuah masalah, hanya kondisi mental yang sedang tak ingin baik baik saja.
Begitu banyak yang sudah kulalui hingga saat ini, bahkan proses yang tak pernah mereka sangka aku lewati. Dengan acting luar biasa yang begitu halus hingga diriku pun takjub sampai tidak ada satu orangpun yang menyadari luka batin yang aku punya. It's another level of pain, ketika diriku sendiri juga mengetahuinya, bahwa mungkin tidak akan ada yang menerima seseorang dengan "MENTAL HEALTH" yang sudah rusak parah. Aku hanya berusaha survive menjalani hari hari agar terlihat normal meskipun sebenarnya sudah hampir gila.
Hingga saat ini aku begitu menyesalinya, dihancurkan ekspetasi yang tidak sesuai dengan realita. Aku pikir, aku sudah punya banyak teman yang bisa mengerti. Aku pikir aku sudah berada di titik yang diriku bisa jujur dengan perasaan dan pikiran yang aku punya. Namun nyatanya semua hanya delusi sahaja, tertampar kenyataan yang begitu pahit sampai aku kehilangan sebagian yang sudah aku raih.
Yah.. mungkin selama ini mereka mengenalku sebagai anak gadis yang polos dan ceria, tak memiliki beban berarti dan latar belakang masa lalu yang bagus juga lancar. Bahkan sesorang yang begitu aku sayangi, seseorang yang aku anggap sangat mengerti aku pun sama, "Kamu harus lebih bersyukur lagi, kamu harus belajar memaafkan dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi" .
Kalian tau? betapa hancurnya perasaanku saat itu? Salahkah jika pada saat itu aku tertawa begitu keras? aku tersenyum begitu lebar dan menghela nafas begitu panjang. Tertampar kenyataan pahit yang ternyata keaadaanku sama sekali tidak ada yang berubah. Aku sudah berusaha sangat keras untuk itu,
Bersyukur?
Ikhlas?
Berdamai dengan diri sendiri?
Memaafkan?
Mungkin jika aku tak melakukannya, sudah lama aku mengakhiri hidup dengan tekanan mental yang begitu berat ini. Bahkan saat aku belajar untuk masa bodo saja dan membiarkan semua berlalu, trust issue dan segala trauma yang ku punya selalu melintas dengan tiba - tiba.
Mengertikah kalian rasanya? Bahkan hanya dengan suara kembang api yang dikagumi banyak orang di langit bisa membuat badan gemetar ketakutan, sesak nafas hingga mual. Dan pada saat itu aku harus berlagak seperti actrees professional yang tersenyum manis dan seolah menikmati moment hingga kepala dan badan terasa berat. Yupss!.. menghindar dan pamit pergi ke toilet adalah jurus jitu untuk beristirahat menenangkan diri. :D
Bersambung..



Komentar
Posting Komentar