I FOUND MY SELF



    Hari ini aku memutuskan sesuatu hal yang penting. Sesuatu hal yang mungkin disayangkan banyak orang. Sesuatu hal yang mungkin akan dianggap orang terlalu impulsif. Setelah selama 3 tahun membangun semuanya dari nol, dan melepasnya begitu saja. Yah mungkin ini akan membuat semua orang menghilang dariku, atau privilage yang selama ini aku terima akan berkurang, followers turun, atau karir yang selama ini aku bangga - banggakan akan benar -  benar redup.

    Setelah aku melewati ketakutan terbesarku pada saat malam tahun baru di Braga - Bandung. Yaitu suara kembang api, dan melewati malam yang membuat aku tidak bisa tidur selama 3 hari karena teringat akan kejadian kelam dimasa lalu. Aku sadar, memang tidak ada yang bisa aku andalkan selain diriku sendiri. Aku menyadari satu hal, ketika aku sedang kalut dengan isi pikiranku, ada banyak orang yang berpikir aku adalah manusia paling beruntung didunia hingga tak perlu di temani. Images polos, baik hati, rendah hati, dan selalu menerima apapun lama - lama membuatku muak. Semua orang dengan seenaknya menganggap remeh aku dan memandang rendah aku. Aku yang selalu bilang tidak apa - apa selalu diam jika mereka menyinggung atau melukai hatiku. Untuk apa semua ini? Padahal aku hanya ingin di temani saja, setidaknya satu orang. Tapi mengapa itu begitu sulit untuk mereka? Apa arti aku yang selalu memahami dan mengerti mereka, bahkan memaksa membantu meskipun aku tau diriku sendiri tak begitu mampu? Sebegitu tidak berarti nya diriku sampai mereka sepelekan begitu? aku bahkan tak menemukan jawabannya.

    Kini aku sudah memutuskannya, aku akan lebih jujur untuk semuanya. Lebih jujur dengan semua yang aku rasakan, membuang perasaan tidak enak yang selama ini aku simpan, lebih terbuka dengan caraku sendiri, meskipun nantinya itu sedikit melukai orang lain. Tapi aku harus melakukannya, demi kesehatan mental yang aku punya. Demi jiwa yang selama ini aku korbankan demi mereka yang hanya singgah, demi hati yang selalu mereka singgung dengan tidak tau malunya. Karena pada akhirnya aku sendirian, maka setidaknya kejujuran ini membuat hatiku bisa sedikit lega, cara terbaik untuk memutus tali harapan yang aku gantung pada orang lain. Aku akan menikmati waktu kesendirian ini dan berhenti berpura - pura menyukainya.

    Semua hal aku lepaskan. Modeling, cosplay, images polos, gadis baik, pada akhirnya wanita sempurna itu telah tiada. Aku mati untuk terlahir kembali. Aku melepaskan semua hal yang tak aku sukai, entah itu kepercayaan, pekerjaan atau orang yang aku sayang. Aku tak akan memaksakan semuanya lagi, mengekor mereka dan menanyakan dimana mereka berada. Melakukan ini dan melakukan itu hanya untuk mendapatkan kesan baik mereka.
Aku tau tidak akan ada yang melihat tulisan ini. Karna itu aku bisa dengan berani mengatakannya. "AKU LELAH DAN HANYA INGIN DIRIKU KEMBALI".
 


    Aku berjanji akan membiasakan diri dengan rasa sepi, mencintai rasa hampa, menyukai kesendirian tapi tetap bisa berbicara banyak jika di butuhkan. Aku akan berusaha meratukan diriku sendiri dan mewujudkan semua wishlist yang tertunda hanya karena menunggu seseorang hadir, sendirian. Aku harus sehat, ceria, bahagia, dan menikmati semua bentuk kesendirian. Aku harus menjadi wanita pintar, dan memiliki karir bagus sebagai ganti aku tak punya sahabat dan tempat bersandar. Aku harus memiliki banyak uang agar aku bisa memfasilitasi diriku sendiri untuk menikmati kesepian. Aku harus bisa semua skill yang biasa dilakukan laki - laki agar aku tidak berharap bantuan dari siapapun. Aku harus tegar untuk merayakan segala bentuk keberhasilanku sendirian, aku harus menerima kenyataan bahwa ayahku sendiri tak bisa aku andalkan. Kakiku harus kuat berdiri dan melangkah meski semua tubuhku merasakan sakit. Tak peduli berapa banyak luka yang harus aku lalui, yang terpenting hanyalah agar aku bisa nyaman dan damai dengan kehampaan. Aku sudah tidak butuh pengakuan ataupun validasi dari orang - orang karena yang utama hanyalah kesehatan mental dan ketenangan jiwaku saja. Aku akan menjadi introvert untuk menyembuhkan jiwa depresiku dan menjadi ekstrovert untuk bertahan hidup dengan manusia sosial. Entah berapa banyak topeng yang akan aku kenakan nanti itu tidak masalah. Aku hanya ingin diriku kembali.

    Dari aku yang menyukai keramaian dan banyak kegiatan di luar, akan ku buat diriku nyaman dengan segala bentuk kemewahan yang bisa aku capai
sendiri. Menjadi lebih pendiam namun terkesan anggun, menjadi lebih percaya diri namun terkesan rendah hati, mengurangi tertawa dan memperbanyak senyum ramah. Aku akan menjadi batu berlian yang bersinar di tempat yang tepat. Jika tidak ada tempat yang bisa menghargaiku disini, tidak akan aku paksakan mereka menerimaku, aku hanya perlu menemukan tempat yang mau menerima kehadiranku dengan penuh kegembiraan. Meskipun aku tidak tau pasti dimana dan kapan waktunya. Tapi hingga waktu itu tiba, aku hanya perlu memperbaiki diri agar bisa pantas masuk circle berkelas, dan apabila aku tidak menemukannya setidaknya aku nyaman dengan diriku yang seperti ini. Aku tidak akan meminta dan berharap apapun lagi, mulai detik ini dan saat ini juga. Aku hanya mencintai diriku dan kesehatan mentalku saja, tidak ada yang lebih penting dari itu.

    Aku membiarkan diriku menangis jika ingin, dan melapas semua kesedihanku sendiri kemudian selepas itu kembali bahagia lagi. Tidak ada manusia yang sempurna, jika lelah kita hanya perlu istirahat kan? Apalagi saat kamu sadar jika kamu hanya sendirian di dunia, terlepas dari keluarga lengkap yang kamu punya. Namun kita bisa apa, jika yang kita anggap rumah tidak memberikan tempat ternyaman untuk kita sendiri. Bahkan saat kita membangunnya, kita sadar rumah kita terlalu berantakan dan tidak layak untuk di huni. Lalu apa artinya rumah, ketika kita lebih nyaman berpindah - pindah?

 
    Aku tidak tau seberapa banyak orang yang merasakan hal sama, atau mungkin ini hanya overthinking ku saja, ketika aku mulai mencoba membuka kembali musikalisasi puisi dan mencoba podcast kecil di spot*f* apa aku akan di dengarkan? Mungkin saja mereka berfikir itu hanya iseng dan hanya demi popularitas yang aku bangun. Namun apapun prasangka yang aku dapat, aku harap aku bisa lebih menemukan diriku sendiri. Atau di temukan oleh orang lain yang pantas :')

Komentar