I LOVE YOU, BUT I'M DONE CHASING YOU
I LOVE YOU, BUT I'M DONE CHASING YOU
Aku mencintainya, iya.. Begitu sangat mencintainya, sampai rasanya sudah tak mengenal diriku sendiri.
Aku terlalu sibuk mengejarnya, menjadi rumah untuknya, menjadi seseorang yang dia inginkan, hingga aku benar benar kehilangan diriku sendiri. Aku tidak berdaya ketika merindukannya, rasanya seluruh duniaku seakan runtuh ketika kehilangan perhatiannya. Segala cara telah aku lakukan untuk bisa mengembalikan hatinya seperti dulu, namun apalah daya jika yang disana saja sudah tidak mau?
Aku sedang tidak ingin berpuisi, karna aku hanya ingin menulis disini. Dengan segala ke - overthinking - an yang aku punya. Dan segala kerendah dirian yang ada padaku semenjak aku bersamanya. Aku merasa sangat tersesat di jalan hidup yang aku pilih sendiri. Apa ini worth it? sebenarnya apa yang aku kejar?. Logika ku mulai berpikir tajam, sebenarnya apa yang aku sukai dari dirinya? Apa yang membuatku begitu kokoh untuk mencintainya? Sementara dia tidak memperdulikanku sama sekali?
Hatiku mulai lelah, dengan semua effort yang aku beri untuknya tidak di sambut begitu baik. Dan segala bentuk perbaikan diri yang aku tunjukan tidak membuatnya tertarik. Seakan dia semakin menjauh dan semakin seenaknya memperlakukanku. Berkali kali aku menampar diriku sendiri ketika dia tiba - tiba datang meminta perhatian namun setelah itu menghilang.. Seakan - akan aku hanya pilihannya ketika dia sedang bersedih. Sering aku melihatnya tertawa dan bahagia bersama orang lain. Merayakan semuanya bersama teman temannya dan pergi bersenang - senang. Sementara setelah aku ingat - ingat tidak banyak kenangan indah yang dia buat ketika dia sedang bahagia atau ingin merayakan sesuatu bersamaku. Hati wanita yang mencintai seorang lelaki dengan tulus memang begitu buta. Setelah berkali - kali meyakinkan diri untuk melepasnya dan pada akhirnya berakhir di depan pintunya lagi.
sumber pic : https://www.wattpad.com/580652147-the-quotes-book-fake-friendsLast choice, aku menyadarinya.. Aku tidak sepenting itu untuk hidupnya, bahkan dia tidak bergeming sedikitpun ketika aku sedang kesakitan atau kesulitan. Kami selayaknya orang asing yang hanya tau tapi tidak saling membantu. Dia mengerti tapi memilih untuk membiarkanku begitu saja. Entah apa yang diinginkannya. Dia tak mengatakan apapun ketika kembali dan pergi begitu saja ketika sudah selesai dengan yang dia inginkan. Lalu untuk apa aku ada di tempat yang sama, ketika dia saja tak memintaku untuk menunggu? Pada akhirnya, hanya kecewa yang dia berikan. Rasa sakit hati dan amarah menyelimuti seluruh jiwaku. Tak terhitung berapa kali aku berakhir di tempat yang sama dengan perasaan yang sama. Aku harap aku cepat menyerah, aku harap hatiku cepat lelah, aku harap otakku lekas mengambil alih semuanya. I'M DONE CHASING YOU..
Perlahan - lahan aku menahan diri untuk tidak merespon terlalu berlebihan lelaki itu, menahan tanganku untuk tidak membalas chatnya, menutup mataku agar tidak melihat story nya, atau menahan rasa rinduku untuk tidak mencari tau apapun tentangnya. Aku menikmati rasa sakitnya, aku menangis setiap saat, aku membuang waktu merenung begitu banyak, aku melamun dan berdoa sepanjang hari, bahkan aku mengisolasi diriku sendiri dari dunia luar. Selama 3 bulan lebih tidak pergi selangkahpun dari rumah dan hanya pergi bekerja dan kuliah saja. Rasanya untuk berinteraksi dg satu orang sudah membuat energiku habis begitu saja. Aku benar benar menutup diriku dari kehidupan sosial. Diriku yang awalnya adalah ekstrovert berubah menjadi introvert, menyukai kesendirian dan menikmati rasa sepi menjauh dari keramaian.
Seketika aku kehilangan semangat hidup, Lost Interest dengan semuanya.. Tak pergi kemanapun dan mengurung diri dalam kamar sepanjang hari. Semua ku lakukan online, sampai akhirnya aku terbiasa dengan rasa sakitnya, terbiasa menahan rasa sakit dan terbiasa tak menerima bantuan. Memang lebih tenang, tapi masih terasa sakit melihat dirinya baik - baik saja tanpaku. Menyadari ternyata aku tak begitu penting di hidupnya, setelah semua yang aku berikan untuknya dan ketulusan yang aku curahkan untuknya, faktanya sia - sia. Aku gagal untuk menjadi rumahnya, aku gagal menjadi tempatnya pulang, aku kecewa karena sebegitu rendahnya aku dimatanya.
Namun setiap orang pasti berubah, begitu juga dengan hatiku. Dengan kekecewaan yang begitu mendalam, aku bertekad untuk sembuh. Tak adil rasanya jika cintaku harus habis untuk orang yang tak bisa merasakan ketulusanku. Aku tak bisa membiarkan perasaanku terpaku pada hati semu yang tak tau apa itu kepastian. Akan ku buat semua pengorbananku tidak sia - sia, sudah cukup perasaanku di injak injak dan di permainkan oleh orang - orang dimasa lalu. Sudah banyak berlian yang aku berikan hanya demi menaikan derajat sampah dengan hati yang begitu rendah. I NEED SOMEONE WHO NEED ME THE MOST..
sumber : https://sotaku.com
Berbahagialah dengan pilihanmu, jika engkau bingung.. Maka akan kupersempit jalannya, biarlah aku yang menyingkir dari hidupmu. Kau boleh bertemu dengan yang lebih sempurna dari diriku, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku, tapi ingatlah.. Tidak akan ada wanita yang setulus aku lagi hadir dalam hidupmu, rumah yang selama ini kamu jadikan coffeshop sudah habis kontraknya.. Tak ku izinkan siapapun masuk kerumahku untuk berteduh, tak ku berikan rasa iba ku untuk mereka yang sedang terkena badai, tak ada kehangatan lagi untuk mereka yang kehujanan. Sekarang rumahku hanya untuk diriku sendiri dan satu pemilik lain dengan kontrak selamanya..
sumber : https://id.pngtree.com/freebackground/cozy-fairytale-town-in-fantasy-style-house-flowers-digital-art-photo_14626837.html





Komentar
Posting Komentar